by

Contoh Pengorbanan Murid-Murid Rasulullah

Seorang memberi sebuah kepala kambing kepada seorang sahabat Rasulullah saww (saat itu terjadi kekurangan pangan sehingga hadiah ini dianggap sangat berharga). Sahabat tersebut menerima hadiah itu. Ia berguman, “Si fulan lebih membutuhkan dari saya.”
Lalu ia memberikannya kepad si fulan dan diterimanya. Ia juga berguman, “Si fulan lebih membutuhkan dari saya.” Ia pun memberikan kepala kambing itu kepadanya orang ketiga juga berguman, “Si fulan lebih membutuhkan dari saya.”
Lalu ia juga memberikannya kepada orang keempat, dan seterusnya sampai orang ketujuh. Orang ketujuh tidak tahu dari mana awal mula pengorbanan ini. Ia lalu menghadiahkan lagi kepada orang pertama. Dengan demikian, kepala kambing itu telah mengelilingi tujuh rumah.
Kemurahan Imam Ali al-Ridha terhadap Orang Miskin yang Sakit.
Pada masa Imam Ali al-Ridha, serombongan kafilah dari Khurasan bergerak menuju Kirman. Di tengah perjalanan, mereka diserang sekumpulan perampok yang menjarah harta mereka.
Salah seorang kafilah, (sebut saja namanya Abdullah) ditawan para perampok. Mereka berkata kepadanya, “Engkau memeliki harta yang cukup banyak. Engkau harus menyerahkan seluruh hartamu kepada kami.” Abdullah memohon kepada para perampok itu untuk membebaskannya.
Namun mereka menolak. Di pagi hari, mereka menyiksa Abdullah agar segera menyerahkan hartanya. Para perampok membaringkan Abdullah di tengah salju dan memenuhi mulutnya dengan salju. Mulutnya pun sakit parah sehingga ia tak mampu lagi berbicara.
Akhirnya salah seorang wanita dari kawanan perampok itu merasa iba. Ia memohon kepada para perampok itu untuk melepaskannya. Abdullah melarikan diri dari kawanan perampok itu. Dengan mulut penuh luka, ia kembali ke Khurasan.
Di sana ia mendengar bahwa Imam Ali al-Ridha datang ke Khurasan dan sekarang sedang berada di Nisyabur, sekitar 75 kilometer dari Khurasan (Abdullah adalah seorang pecinta Ahlul Bait Rasulullah saww dan berharap memperoleh kesembuhan melalui mereka).
Sepanjang hari-hari itu Abdullah bermimpi seseorang datang menemuinya dan berkata, “Imam Ali al-Ridha berada di Nisyabur. Temuilah beliau dan mintalah beliau menyembuhkan sakit mulut dan lidahmu.” Dalam mimpi itu, Abdullah menemui Imam Ali al-Ridha dan menceritakan kejadian yang dialaminya.
Imam bekata, “Raciklah sedikit uwisyan (sejenis sayuran) yang dicampur dengan jintan dan garam, lalu tumbuklah sampai halus dan lumat. Kemudian tempelkan racikan itu ke mulut dan lidahmu sebanyak tiga atau empat kali sehari.”
Abdullah terjaga. Namun ia tidak menghiraukan mimpinya itu seraya bergumam, “Apa yang terjadi dalam mimpi tak dapat dipercaya.” Ia lalu berangkat ke Nisyabur untuk menemui Imam Ali al-Ridha. Ia bertanya kepada orang-orang di Nisyabur tentang tempat Imam berada.
Mereka mengatakan bahwa Imam Ali al-Ridha sedang berada di penginapan milik Sa’ad. Abdullah pergi ke tempat penginapan itu dan bertemu dengan Imam Ali al-Ridha. Ia menceritakan kejadian yang dialaminya kepada beliau, dan memohon beliau memberikan obat bagi kesembuhan lidah dan mulutnya.
Imam Ali al-Ridha berkata, “Bukankah aku telah memberitahumu dalam mimpimu tentang obat yang dapat menyembuhkan sakit lidah dan mulutmu?”
Abdullah berkata, “Jika tidak keberatan, saya berharap Anda memberitahu saya sekali lagi cara mengobati sakit lidah dan mulut saya.”
Imam Ali al-Ridha berkata, “Ambillah sedikit uwisyan, lalu campurlah dengan sedikit jintan dan garam, kemudian tumbuklah sampai halus dan lumat, lalu tempelkanlah racikan itu pada lidah dan mulutmu sebanyak tiga atau empat kali sehari, dan kamu akan segera sembuh.”
Abdullah berkata, “Kemudian saya pun melaksanakan apa yang beliau perintahkan. Sebagaimana yang beliau janjikan lidah dan mulut saya sembuh dan kembali seperti sedia kala.”
 
Sumber : Cerita-Cerita Hikmah Bab 4, karangan Muhamad, Muhamadi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed