by

Cerita Karangan Syiah ?

Tak sedikit saudara-saudara kita yang (masih) menolak fakta sejarah Imam ‘Ali as dicaci maki oleh sebagian Bani Umayyah. Mengherankan, malah Syi‘ah yang dituduh membuat cerita itu. “Ah, itu fitnah dari Syi‘ah saja”, “Itu cerita karangan Syi‘ah”, seperti itu saya bahasakan sendiri.
Ooh begitu, monggo baca ini dari kitab-kitab tarikh Ibnu al-Atsir dalam kitab al-Kamil fi al-Tarikh, jilid 4 halaman 314, mencatat:
كان بنو أمية يسبون أمير المؤمنين علي بن أبي طالب عليه السلام إلى أن ولي عمر بن عبد العزيز الخلافة فترك ذلك وكتب إلى العامل في الآفاق بتركه
Tuh, Bani Umayyah mencaci maki Amirul Mu‘minin ‘Ali bin Abi Thalib ‘alaihissalam. Sampai masa pemerintahan ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz perbuatan itu ditinggalkan. Ia menyampaikan ke jajarannya untuk meninggalkan caci maki itu.
Tambah lagi yaa dari kitab Tarikh Ibnu Khaldun, juz 3 halaman 94:
وكان بنو أمية يسبون عليا فكتب عمر إلى الآفاق بترك ذلك
“Dulu Bani Umayyah mencaci maki Imam ‘Ali as, lalu ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz menulis kepada jajarannya himbauan untuk meninggalkan perbuatan itu”
Oh iya, kutipan di atas menyebut “Bani Umayyah” jadi bersifat umum. Ada nih yang bersifat khusus, menyebut pribadi-pribadi tertentu. Tenang, kutipanya masih dari kitab-kitab Sunni As-Sindy mensyarahkan riwayat Sunan Ibnu Majah no. 121:
قوله : ( فنال منه ) أي نال معاوية من علي ووقع فيه وسبه بل أمر سعدا بالسب كما قيل في مسلم والترمذي.
“Perkataannya ‘fanaala minhu’ bermakna Mu‘awiyah mencela ‘Ali, berkata buruk tentangnya dan mencacinya bahkan ia memerintahkan Sa‘d untuk mencaci ‘Ali sebagaimana disebutkan dalam riwayat Muslim dan Tirmidzi”
Dalam kitab al-Mathalib al-‘Aliyyah, jilid 18 halaman 265, Ibnu Hajar al-‘Asqalani menukil riwayat shahih no. 4455. Marwan bin Hakam setelah mencaci Imam Husain as, ia berkata:
أهل بيت ملعونون
“Ahlul Bayt mal‘unun (orang-orang terkutuk)”
Sampai anak Imam ‘Ali as pun dicaci dam disebut terkutuk. Jadi tidak perlu marah apalagi memfitnah kalau Syi‘ah mengungkap sejarah itu. Lagi pula itu bukan dari kitab-kitab Syi‘ah, tapi tercatat di kitab-kitab Sunni.
Lucu, di satu sisi melarang bahkan mengkafirkan orang yang mencaci maki sahabat, tapi di sisi lain membela orang (Mu‘awiyah) yang mencaci maki Imam ‘Ali as, yang mana Imam ‘Ali as adalah sahabat sekaligus Ahlul Bayt as. Na‘udzu billah min dzalik
Doa terbaik untuk semua orang yang dizhalimi. Terkhusus untuk saudara-saudara di Palestina dan Suriah!
Selalu perbanyak bersholawat dan istighfar! Aamiin.
 
______________
Referensi:
📘Ibnu al-Atsir, al-Kamil fi al-Tarikh, jld. 4 hal. 314.
📘Ibnu Khaldun, Diwan al-Mubtada wa al-Khabar fi Tarikh al-‘Arab wa al-Barbar wa ‘Asharahum min Dzawi al-Sulthan al-Akbar, juz 3 hal. 94.
📘Sunan Ibnu Majah, bi syarah as-Sindy, jld. 1 hal. 86, riwayat no. 121.
📘Ibnu Hajar al-‘Asqalani, al-Mathalib al-‘Aliyah bi Zawa‘id al-Masanid al-Tsamaniyah, jld. 18 hal. 265, riwayat no. 4455
 
Sumber : ditulis oleh Muhammad Bhagas

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed