by

Solusi Praktis Untuk Kasus Penindasan Etnis Rohingya oleh Myanmar

“Solusi masalah ini adalah langkah praktis negara-negara Muslim , Tentu maksud dari langkah praktis itu bukan pengerahan pasukan, melainkan peningkatan tekanan politik, ekonomi,.. dalam hal ini kepada pemerintah Myanmar. Mereka harus terus memberikan peringatan dan kecaman atas kejahatan ini di kancah global.”

Ayatullah Udzma Sayyid Ali Khamenei, mengkritik kebungkaman dan kepasifan masyarakat dunia dan para pengklaim pionir hak asasi manusia (HAM) di hadapan berbagai peristiwa tragis Myanmar.
Beliau juga menekankan, “Solusi masalah ini adalah langkah praktis negara-negara Muslim serta tekanan politik dan ekonomi terhadap pemerintah zalim Myanmar.”
Berikut kutipan pernyataan dari beliau :
Di hadapan mata negara-negara Islam, di hadapan mata 1,5 milyar kaum muslimin, di hadapan mata kedaulatan-kedaulatan pengklaim pionir hak asasi manusia (HAM), melihat kekejaman suatu pemerintah, yang dipimpin seorang perempuan yang telah mendapatkan penghargaan Nobel.
Seorang wanita kejam. Mereka membunuh dan membakar rakyat tak berdaya. Mereka menghancurkan rumah-rumah dan mengusir rakyat tak berdosa itu. Sungguh ini adalah kejadian yang mencengangkan. Sama sekali tidak ada reaksi aktif yang terlihat.
Benar mereka mengutuk, namun apa manfaatnya jika hanya sekedar mengutuk? Apa pengaruhnya jika hanya sekedar pernyataan. Mereka harus aktif.
Sebelum fakta kasus ini sampai kepada masyarakat, ada yang mengalihkan isunya menjadi perselisihan antara Islam dan Budha, dan fanatisme agama juga memiliki peran dalam hal ini. Yang melakukan kekejaman ini adalah pemerintah (Myanmar). Ini adalah kasus politik.
“Solusi masalah ini adalah langkah praktis negara-negara Muslim , Tentu maksud dari langkah praktis itu bukan pengerahan pasukan, melainkan peningkatan tekanan politik, ekonomi,.. ada puluhan negara dan pemerintahan Islam. Mungkin saja mereka memiliki hubungan bisnis dan perdagangan dengan Myanmar. Mereka dapat memberi tekanan dalam hal ini kepada pemerintah Myanmar. Mereka harus terus memberikan peringatan dan kecaman atas kejahatan ini di kancah global.”
Negara-negara muslim melakukan demonstrasi besar-besaran. Tapi pemerintahlah yang harus bertindak. Pemerintah harus dituntut untuk bertindak.  Konferensi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) harus duduk berbicara dengan topik tragedi Myanmar. Dan membahas langkah praktis untuk perkara kaum Muslimin.
Ini pekerjaan yang harus dilakukan, bukan hanya sekedar mengutuk seperti yang dilakukan Sekjen PBB. Apa manfaat dari hanya sekedar kutukan tersebut?
 
Saksikan video dari maula.tv berikut ini :
https://www.youtube.com/watch?time_continue=106&v=TY0zPHjQyzE

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed