by

Ketika Gereja Memberitakan Tragedi Karbala

Sebagaimana tanda kenabian Rasulullah saww sebelum diutus menjadi Nabi adalah hal lumrah dikalangan Yahudi dan Nashrani, begitupula washi dan para Imam setelah beliau saww.
Thabarani dalam kitabnya Mujam Al-Kabir menceritakan ketika kaum muslimin menaklukan daerah-daerah yang dikuasai Romawi, mereka mengunjungi sebuah gereja yang dibangun TIGA RATUS TAHUN sebelum diutusnya Nabi Muhammad saww menjadi Nabi dan menemukan batu yang tertulis,
“Apakah para pembunuh Al-Husein as itu berharap Syafaat kakeknya dihari kiamat?!”
Thabarani menulis:
حدثنا محمد بن عبد الله الحضرمي عن أبو سعيد التغلبي عن يحيي بن يمان عن إمام لبني سليم عن أشياخ له غزوا الروم فنزلوا في كنيسة من كنائسهم فقرأوا في حجر مكتوب:
“أيرجوا معشر قتلوا حسينا شفاعة جده يوم الحساب” فسألناهم منذ كم بنيت هذه الكنيسة قالوا قبل أن يبعث نبيكم بثلاث مائة سنة
“Muhammad bin Abdillah Al-Khadrami meriwayatkan dari Abu Said Tsalabi dari Yahya bin yaman dari Imam Bani Sulaim dari datuk-datuk mereka ketika berperang dengan Romawi dan memasuki satu gereja diantara gereja-gereja mereka, tertulis pada sebuah batu, “ Apakah para pembunuh Al-Husein itu berharap Syafaat kakeknya dihari kiamat?!”
Maka kami bertanya kepada mereka sejak kapan kalimat itu tertulis diatas batu tersebut? Mereka menjawab, “ Tiga ratus tahun sebelum Muhamad saww diutus menjadi seorang Nabi.”
(Thabarani, Mujam Kabir, Juz.3 hal. 124)
Ibn Jauzi didalam kitabnya, Tabshirah meriwayatkan versi lain dari riwayat diatas,
وروينا أن صخرة وجدت قبل مبعث النبي صلي الله عليه وسلم بثلاث مائة سنة وعليها مكتوب باليونانية
أيرجو معشر قتلوا حسينا
Telah sampai riwayat kepada kami bahwa telah ditemukan sebuah batu tiga ratus tahun sebelum Nabi Muhammad saww diutus sebagai Nabi tertulis dengan bahasa Yunani, “ Apakah para pembunuh Husein as itu mereka berharap……”
(Ibn Jauzi, Tabshirah, Juz.2 hal.17/ Khasaish Kubra, Jalaluddin Suyuthi, Juz. 1 Hal.63)
Para Nabi, Rasul, Washi dan pengikut shaleh sebelum kenabian Rasulullah saww mereka memberitakan tragedi agung Karbala sebagai tragedi paling berdarah dalam sejarah kemanusiaan.
Lalu kita umat Muhammad saww berharap syafaatnya, namun dibulan terbantai keluarganya tidak berduka dan menangis?!
Sumber : Abu Syirin Al Hasan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed