by

Asyura Nasional 2017: Tujuan Kebangkitan Imam Husain as

syiahmenjawab.com, Jakarta – Asyura 10 Muharram diperingati dari gedung-gedung megah hingga gubuk kecil sederhana. Dihadiri oleh orang-orang kampung terpencil hingga intelektual kelas dunia.

Moment Asyura ini saatnya kita perkokoh persatuan, rapatkan barisan“, kata Ketua Umum DPP Ahlulbait Indonesia (ABI), Habib Hasan Dalil Alaydrus di acara Asyuro Nasional yang di gelar di Islamic Cultural Center (ICC). Ahad, (01/10).

Dalam pidatonya Hasan Dalil juga menyinggung bahwa tidak ada waktu lagi untuk “berleha-leha“. Dengan semangat Karbala, sembari menanti kemunculan Imam Mahdi, kita harus bergerak ke arah lebih baik.

Ceramah utama disampaikan oleh Direktur ICC, Syaikh Hakim Elahi dalam bahasa parsi yang diterjemahkan oleh Ust. Abdullah Beik. Dalam cerahmanya Syaikh Hakim menyampaikan pelajaran penting dan karunia besar tragedi karbala.

Syaikh Hakim mengatakan “Karbala Imam Husain as adalah potensi besar, kekuatan besar yang bisa menyelematkan umat manusia. Sejak nabi Adam sampai manusia terakhir yang hidup di dunia ini.”

Sebuah potensi dan karunia besar yang memberikan kesempatan kepada seluruh manusia berdosa, manusia yang jatuh pada lubang kesalahan untuk kemudian diselamatkan dan kembali bertaubat kepada Allah swt“, ujarnya.

Selain itu Syaikh Hakim juga menyinggung dua cara memandang kebangkitan Imam Husain as di Karbala. Pertama, pandangan sederhana, pandangan lahiriah yaitu melihat keberangkatan Al Husain dari kota kakeknya, Mekkah menuju Karbala dan dibantai di sana.

Pandangan kedua,  adalah pandangan yang didasari atas pandangan irfan, pandangan ma’rifat yang tentu lebih dalam dan akal manusia tidak mampu menggapainya.

Kemudian, lanjut Syaikh Hakim elahi, Kebangkitan Imam Husain as di Karbala memiliki beberapa tujuan, diantaranya adalah sebagai berikut :

Pertama, Janji Imam Husain kepada Allah swt, sebagai sebuah bentuk penghambaan paling utama untuk beliau syahid di padang Karbala sesuai janji Allah swt.

Kedua, Dalam rangka memberikan pentunjuk pada manusia, memberikan hidayah pada manusia. Beliau adalah Imam, imam artinya adalah pemimpin, penuntun, pemandu, imam artinya mengambil setiap tangan untuk menuju Allah swt.

Asyura Nasional pada tahun-tahun sebelumnya selalu digelar umat Islam Syiah secara terpusat di gedung besar. Namun tahun ini, Asyura di gelar menyebar seluruh daerah dan di majlis masing-masing. Hal ini tidak mengurangi semangat dan kekhidmatan ritual yang sakral ini.(Layla Zahra)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed