by

Dua Kelompok Manusia Tercermin Juga Di Karbala

Di Karbala, manusia terbagi dua kelompok dan masing-masing memainkan perannya.

Yang satu memerankan kebaikan dan keindahan, sedangkan yang lain memerankan kejahatan dan keburukan.

Masing-masing telah memainkan peran mereka dengan sangat sempurna.

Tragedi Karbala adalah cermin bagi semua manusia.

Setiap orang dapat menyaksikan gambaran dirinya di Karbala.

Pemisahan antara hak dan batil, antara iman dan kufur, antara keindahan dan keburukan, terulang kembali di Karbala dengan bentuknya yang paling gamblang dan spektakuler.

Inilah di antara tujuan besar yang hendak dicapai dengan pengorbanan cucu-cucu Rasul saw dan sejumlah pengikut setia mereka.

Imam Husein as menyaksikan bahwa ajaran suci Islam berada dalam ancaman kehancuran oleh ulah para pemegang kekuasaan duniawi yang serakah.

Segala usaha telah dilakukan tetapi tidak membuahkan hasil.

Di satu sisi, beliau menyaksikan kezaliman para penguasa yang semakin merajalela.

Sementara dari sisi lain umat Islam semakin tenggelam dalam tidur lelap yang melenakan.

Untuk itu diperlukan sebuah ledakan besar yang akan mencabut akar-akar kezaliman para penguasa tiran, dan membuyarkan tidur lelap yang melenakan mata hati umat muslimin.

Kepada para penguasa zalim harus dikatakan bahwa kekuatan kebenaran masih belum lenyap;

Dan kepada rakyat harus dikatakan bahwa kekuatan penuntut keadilan masih tegak dan harus tetap ditegakkan.

Pengorbanan Imam Husein as beserta keluarga dan pengikut setia beliau telah berhasil mencapai tujuan tersebut.

Hingga kini, kita masih dapat menyaksikan kebenaran dan keadilan dan tegaknya ajaran-ajaran Islam yang murni.

Disadari atau tidak, semua itu adalah berkat pengorbanan dan perjuangan yang dipimpin oleh Imam Husein yang berakhir di Padang Karbala.

@MutiaraAhlulbait.

Dan kini, setiap manusia mau tidak mau akan dihadapkan pada pilihan, apakah berada dalam barisan Imam Husain atau malah diam-diam menjadi pendukung Yazid? atau bahkan orang-orang yang diberi kekuasaan di dunia malah memerankan seperti peran Yazid?

Perlawan terhadap kezaliman terus bergelora, betapa pun sedikitnya jumlah para pejuang, dan betapa pun cara manusia itu mengusung simbol-simbol keagamaan.

Kisah Karbala adalah pentas tentang jalan hidup kemana yang hak dan mana saja yang batil. Dan sungguh, apa yang terjadi di Karbala adalah platform berpijak dari segala kisah manusia.

Di Karbala kita menyaksikan di sisi Imam Husain hanya sedikit pasukan jika dibandingkan dengan pasukan Yazid yang jumlah pasukannya begitu melimpah ruah, pertarungan yang tidak seimbang, tetapi apa yang telah terjadi adalah caranya Allah memperlihatkan kepada manusia bahwa meski kalian jumlahnya sedikit, tetapi kebenaran hak tidak akan pernah bergeser sedikit pun.

Labbaika Yaa Husain, bukan hanya teriakan semata yang begitu keras sebagaimana teriakan takbir yang keras sehingga mengagetkan audiens yang belum tahu, dan Labbaika Yaa Husain bukan hanya teriakan yang  memenuhi setiap acara peringatan Asyura di berbagai tempat. Tetapi, Labbaika Yaa Husain adalah ikrar yang teguh, bahwa engkau akan bersama Imam Husain apapun resikonya, nyawa adalah pengorbanan terakhir dalam memperjuangkan ini.

Labbaika Yaa Husain…!

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed