by

Revolusi Asyura dan Reformasi Kehidupan Islam

Setelah kesyahidan Imam Ali as, Muawiyah menduduki tahta kekhalifahan selama dua puluh tahun, dan secara perlahan-lahan berusaha membiasakan orang-orang Islam untuk berbuat zalim, menganiaya, memperkosa hak dan menciptakan kerusakan di mana-mana. Muawiyah berusaha menjinakkan dan mengkerdilkan umat Islam, sehingga setelah kematiannya, Yazid dengan mudah bisa menguasai kondisi masyarakat.

Berkenaan dengan hal ini Imam Husain as berkata, “Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun” kita harus mengucapkan selamat tinggal kepada Islam ketika Yazid menduduki tahta kekhalifahan”.

Untuk memperbaiki kondisi masyarakat semcam itu dibutuhkan sesuatu yang bisa membuat masyarakat syok, sehingga mereka sadar kembali dan terbangun dari tidur lelap mereka, serta kecemburuan terhadap kebenaran yang telah musnah, bangkit kembali. Tetapi kekuasaan Bani Umayyah yang menguasaai pemerintahan, tampaknya tidak mungkin suara kebenaran akan sampai ke telinga masyarakat.

Sangat jelas sekali dalam kondisi semacam itu sulit sekali untuk mengambil suatu keputusan. Kondisi semacam ini membutuhkan adanya seorang pemimpin yang intelek yang bisa mengetahui akibat dan hasil dari gerakan-gerakannya untuk masa mendatang.

Imam Husain as, dengan sandaran ilmu semacam itu, menyampaikan pesan-pesan beliau kepada perempuan dan keluarganya sehingga seruan keteraniayaannya dan suara keadilannya di tengah-tengah pemerintahan Bani Umayyah tidak begitu saja sirna bahkan selamanya akan terdengar oleh telinga umat di seluruh penjuru dunia.

Ketika akan berangkat menuju Karbala, Imam Husain as berkata kepada saudaranya, Muhammad Hanafiah, “Semalam di dalam mimpi, Rasulullah bersabda kepadaku : Wahai Husain, keluarlah! Karena Allah Swt ingin melihatmu dalam keadaan terbunuh.”

Dan ketika Muhammad Hanafiah bertanya tentang motivasi yang mendorong al-Husain untuk membawa para istri dan anak-anak beliau as menjawab : “Allah ingin melihat mereka dalam keadaan tertawan”. Maksud dari ucapan beliau as adalah Allah Swt demi menjaga kelestarian Islam telah mewajibkan untuk tidak membaiat Yazid sehingga di jalan ini aku akan meraih syahadah setelah itu keluargaku akan ditawan sehingga mereka bisa menyampaikan kebenaran ke telinga seluruh umat di seluruh penjuru alam.

Hal ini dengan jelas menyatakan bahwa tanpa adanya peran perempuan dalam revolusi Asyura, revolusi Imam Husain as tidak akan sempurna dan tidak akan memberikan pengaruh yang sedemikian besarnya sehubungan dengan yang telah lalu.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed