by

Berbagai Isyarat Imam Husain pada Kewajibannya

Al-Husain mengetahui dan menyakini adanya kewajiban Tuhan agar ia menolak baiat. Beliau menyadari -lebih daripada masyarakat yang ada- kekuatan besar dan ketangguhan Bani Umayyah serta watak Yazid. Beliau juga benar-benar mengetahui bahwa konsekuensi penolakannya ialah kematian dan pelaksanaan tugas Ilahi ini akan berakhir pada kesyahidannya. Kesadaran yang dalam ini beliau nyatakan dalam berbagai kesempatan dan ungkapan.

Dalam pertemuannya dengan gubernur Madinah yang memintanya untuk berbaiat, Imam al-Husain mengatakan, “Orang sepertiku tidak akan membaiat orang seperti Yazid.”

Ketika pada malam hari keluar dari Madinah, ia menyampaikan hadis yang diterimanya dari datuknya, Rasulullah saw, dalam mimpinya, “Sesungguhnya Allah menghendaki (yakni, dalam rangka takiif) bahwa aku akan dibunuh,: Pernyataan yang sama beliau sampaikan dalam khutbahnya saat bergerak dari Makkah untuk menjawab keinginan orang-orang agar beliau mengurungkan niat menuju Irak.

Salah satu pemuka Arab dengan keras meminta Imam al-Husain agar membatalkan perjalanannya menuju Kufah (Irak ) dan berusaha memperingatkan resiko kematian kepadanya. Namun, beliau menjawab, “Resiko ini bukan tidak jelas bagiku, hanya saja mereka tidak akan membiarkanku. Ke mana pun kau pergi dan di aman pun aku berada, mereka akan membunuhku.”

Selain itu, ada sebagian riwayat, yang kendati bertentangan dengan yang lainnya atau lemah (dhai’f) sanadnya-nya dengan merujuk kepada kondisi saat itu dan menganasilis kasus-kasus tersebut, malah menguatkan isyarat-isyarat al-Husain di atas.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed