by

Berkah Dan Pesan Kebangkitan Imam Husain, Oleh : Imam Khomeini (2)

HIKMAH ASYURA

Apakah tugas ulama, para penceramah, dan lapisan rakyat lainnya pada bulan Muharram yang suci ini? Imam Husain bersama keluarga dan para sahabatnya telah menjelaskan tugas itu kepada kita, yaitu berjuang di tengah medan perang dan berdakwah di luar medan perang. Sejalan dengan pengorbanan Imam Husain di medan jihad yang bernilai di sisi Allah dan berperan dalam kesuksesan misi beliau, khotbah-khotbah Imam Sajjad dan Hazrat Zainab pun mengambil peran dengan nilai yang nyaris sama atau bahkan sebanding dengan pengorbanan Imam Husain.

Orang-orang suci ini menerangkan kepada kita bahwa dalam menghadapi kezaliman, baik laki-laki maupun wanita, tidak boleh merasa takut. Di hadapan Yazid, Zainab berdiri dengan tegar. Citra buruk Imam Husain as dan Ahlulbait yang dipropagandakan oleh Bani Umayah menjadi pudar dan hilang berkat pidato-pidato Imam Sajjad as dan bibinya, Zainab, di Syam dan Kufah.

TANTANGAN REVOLUSI

Seberapa besar dan agung tujuan seseorang, sebesar itu pula kesusahan yang harus ia tanggung. Kita sendiri pun masih belum tepat mengukur seberapa besar kemenangan kita. Kelak, dunia akan mengerti prestasi kemenangan kita. Namun begitu, semakin besar kemenangan ini, semakin besar pula musibah dan cobaan kita. Kita tidak boleh lalai lalu berharap bahwa musuh-musuh kita akan membiarkan kita dan tidak lagi berusaha melenyapkan kita.

Perjuangan kita sekarang harus seperti perjuangan kita dahulu. Tugas para ulama, khatib Jumat, imam jamaah, dan orang-orang yang hendak berbicara dengan masyarakat ialah menerangkan kepada mereka hakikat dan tujuan perjuangan Imam Husain serta apa yang telah dikorbankannya demi perjuangan itu hingga akhir meski sebenarnya perjuangan Imam as belum berakhir dan akan terus berlanjut.

Kita semua, khususnya para penceramah, harus sadar bahwa kalau bukan karena kebangkitan Imam Husain, sesungguhnya kita tidak akan menang dalam revolusi, Persatuan rakyat yang merupakan sumber kemenangan (revolusi) kita muncul berkat acara-acara duka memperingati Asyura. Acara-acara ini efektif sebagai lahan dakwah Islam. Imam Husain, penghulu para syahid kita, telah menyiapkan sarana bagi rakyat supaya mereka bisa berkumpul tanpa ada kesulitan. Masjid-masjid menjadi basis perjuangan rakyat. Dari sanalah, asas-asas kemenangan revolusi dirintis dan dibangun.

Selain itu, Imam Husain as telah mengajarkan kepada kita apa yang harus dilakukan di dalam dan di luar medan pertempuran; apa yang harus dilakukan oleh mereka yang berjuang dengan senjata; dan apa hyang harus didakwahkan oleh mereka yang berada di garis belakang. Imam Husain as mengajarkan bagaimana sebuah kelompok berjumlah kecil menghadapi kelompok yang besar jumlahnya. Keluarga beliau pun mengajarkan kepada kita apa yang harus dilakukan setelah musibah itu terjadi. Apakah kita harus menyerah ataukah menurunkan perlawanan kita. Apakah kita harus menapaki jejak Hazrat Zainab, yang senantiasa tegar di tengah musibah yang tiada bandingnya itu dan berbicara lantang di hadapan kekufuran serta menyingkapkan kebenaran; ataukah, seperti Imam Sajjad, yang dalam sakitnya tetap melakukan dakwah untuk meneruskan misi ayahnya?

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed