by

Berkah Dan Pesan Kebangkitan Imam Husain, Oleh : Imam Khomeini (8 – Selesai)

Jangan Berputus Asa Dari Rahmat Allah

Saudara-saudara sekalian, jangan berputus asa dari rahmat Allah (QS. Yusuf [12] : 87). Dengan bantuan (inayah) Allah, kalian akan menang di dunia ini. Kalian adalah bangsa pejuang. Bangsa yang tidak bisa melakukan apa-apa niscaya terlantar dan menyendiri. Amerika Serikat, Uni Soviet, atau kekuatan lainnya akan takut kepada bangsa seperti ini. Dahulu, mereka memperlakukan rakyat seperti domba yang mereka perah dan potong-potong.

Memang benar sebagian orang dapat mengenyangkan perut mereka tetapi bagaimana dengan orang-orang miskin? Kebanyakan rakyat kita yang berada dalam kemiskinan tidak mendapat perhatian sama sekali. Sekarang, dalam waktu yang singkat ini, mereka mendapatkan perhatian lebih daripada waktu itu. Namun, hal ini bukan alasan dan tujuan kebangkitan kalian. Ini hanyalah sebuah berkah Revolusi (Iran). Yang kalian inginkan ialah Islam. Yang kalian harapkan ialah kemerdekaan dari belenggu Barat dan Timur dan ini telah kalian capai. Untuk itu, jagalah hasil jerih payah kalian ini.

Sekarang, sebagian orang percaya bahwa kita harus memilih Barat atau Timur. Namun, rakyat sudah tidak lagi menerima hal ini karena sejak awal kebangkitan, mereka ingin merdeka dan bebas dari keduanya. Setelah darah anak-anak mereka tumpah di jalan ini, apakah mereka bersedia berbalik ke belakang? Tidak, mereka tidak akan melakukan hal ini dan akan tetap teguh di jalan mereka.

Jangan lupa bahwa kalian telah menunjukkan kekuatan di hadapan dunia. Semua dibuat bingung, bagaimana cara menghadang kekuatan kita. Sebelum ini, belum pernah sebuah kelompok kecil mampu memamerkan kekuatannya melawan kekuatan-kekuatan besar dunia.

Kalian telah menghidupkan Islam dan bertanggungjawab untuk menjaganya. Mulai dari para marji’ (Mujtahid) hingga talabeh (pelajar agama) yang baru memulai, semuanya berkewajiban untuk melindungi Islam. Para penceramah bertanggung jawab untuk membangunkan rakyat melalui khotbah-khotbah mereka. Para ulama dan Imam jamaah hendaknya bergabung bersama rakyat di pos-pos mereka. Alhamdulillah, rakyat pun selalu siap dan kita patut berterimakasih kepada mereka.

Sejujurnya, kita benar-benar berhutang budi kepada mereka yang telah memberikan apa yang mereka miliki dan tidak meminta balasan dari kita, mulai dari perempuan-perempuan tua yang memberikan apa yang mereka simpan selama hidup hingga orang-orang yang memecahkan celengan mereka demi Islam. Semua turut serta dalam perjuangan.

Saya tidak mampu untuk menghargai mereka sepenuh-penuhnya. Saya hanya bisa berharap semoga Allah selalu memberikan inayah-Nya kepada mereka. Semoga Allah melindungi kalian semua sehingga kita dapat menjaga majlis-majlis duka Imam Husain ini dengan semestinya.

[Diterjemahkan  oleh Tim Penerjemah HPI (Himpunan Pelajar Indonesia) di Qum Iran dari Sahifahe Nur, Intisarat Syirkat Sahomi Wizarete Irsyad, juz 13 Teheran 1984, berasal dari ceramah yang disampaikan di Husainiyah Jamaran, Teheran, 25 Mehr 1361/29 Dzulhijjah 1402]

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed