by

Kedudukan AHlul Bait as Sebagai Pelanjut Risalah

Sungguh pantas apabila Ahlul Bait Rasul SAW menempati kedudukan yang tinggi dan spesial di mata umat karena mereka  mampu menyatu dengan hati kaum muslim. Kondisi tersebut merupakan cerminan dari tanggungjawab yang mereka emban, yang karenannya maka langkah mereka selalu sejalan dengan perkembangan situasi. Hal itu sesuai dengan peran-peran penting mereka, yaitu sebagai pelanjut Risalah.

Ahlul Bait as secara alami merupakan pelanjut Rasulullah saw, karena merekalah keluarga dan keturunannya. Merupakan kebiasaan yang bisa kita lihat jelas pada masyarakat di mana kedudukan dan kemuliaan seseorang akan berimbas kepada keluarga dan keturunannya. Jika masyarakat mencintai seseorang yang mereka agungkan  maka hal itu akan mendorong mereka untuk mencintai dan menghormati setiap orang yang memiliki hubungan dekat dengannya sebagai bukti kecintaan dan kesetiaan mereka kepada sosok tersebut.

Hal itu adalah manusiawi sebagaimana yang diisyaratkan oleh Rasulullah saw dalam sebuah khubah terkenal yang diriwayatkan oleh putrinya, Faimah Zahra as, “Seseorang akan tersimpan dalam diri anaknya.” (Muhammad Baqir al-Majlis, Bihar al-Anwar, juz 39 halaman 227, cetakan ke-1, tahun 1983, Beirut (Dar Ihya Turats al-‘Arabi).

Yang menguatkan fakta ini adalah bahwa Rasulullah saw adalah manusia paling dicintai, paling dimuliakan dan paling tersimpan dalam hati setiap muslim yang bergerak dengan irama keimanan. Bagai pantulan kecintaan yang dalam terhadap Rasulullah saw, hati kaum muslim pun dipenuhi dengan kecintaan dan penghormatan kepada Ahlul Baitnya.

Telah diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra yang berkata bahwa Rasulullah saw pernah bersabda, “Cintailah Allah karena nikmat-Nya yang telah tercurah kepada kalian, cintailah aku karena kecintaan kalian kepada-Nya, dan cintailah Ahlulbaitku karena kecintaan kalian kepadaku.”Al-Hakim an-Naisaburi dalam kitab Al-Mustadrak ‘Ala ash-Shahihain mengatakan, “Hadis ini sahih sanadnya.” (Muhammad bin Abdullah al-Hakim an-Naisaburi, Al-Mustadrak ‘Ala ash-Shaihain, cetakan ke-1 tahun 1411 H, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah, Beirut, hadis ke-4716.)

Jika kecintaan umat kepada Nabinya akan mendorong mereka untuk memperhatikan setiap peninggalannya, apalagi dengan zuriyah dan ithrah-nya yang merupakan peninggalan hidup dan pelanjut alami nasab dan pewaris keagungan pribadinya.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed