by

Apakah Logika Haram Dipelajari Dalam Islam?

Ada Ilmu-ilmu yang secara garis besar berkembang dilingkup kebudayaan Islam, mencakup ilmu yang menurut Islam wajib atau bahkan haram sekalipun. Seperti Astrologi dan beberapa ilmu lainnya. Sebagaimana kita ketahui, jika ilmu yang mengkaji perbintangan menerangkan prinsip-prinsip yang bersangkutan dengan mekanisme benda-benda angkasa dan memprakirakan kejadian-kejadian yang diperhitungkan, seperti gerhana, cuaca, dan hal-hal semacam itu (astronomi), tetap merupakan disiplin ilmu yang dibolehkan oleh agama.

Sementara ilmu perbintangan yang mengkaji hal-hal diluar perhitungan matematis dan menjelaskan hubungan yang terselubung antara kejadian-kejadian konsmis dengan kejadian di bumi (astrologi), merupakan disiplin ilmu yang dilarang oleh agama. Meski demikian, kedua ilmu ini pernah berkembang di lingkup kebudayaan Islam.

Jelas bahwa terminologi Ilmu Islam telah digunakan untuk merujuk pada beberapa arti yang berbeda, yang sebagian dari arti tersebut lebih luas dari sebagian yang lain. Ilmu Islam yang akan diterangkan dalam buku ini adalah apa yang dapat dimengerti berdasarkan definisi ketiga: ilmu-ilmu yang, bagaimanapun juga, dianggap sebagai kewajiban agama serta memiliki masa lalu yang panjang dalam sejarah budaya dan peradaban Islam, juga mendapat penghormatan yang memadai di kalangan umat Islam karena telah membantu mereka menyelesaikan persoalan dan merupakan sarana demi menunaikan kewajiban-kewajiban tertentu dalam agama.

Harus disadari bahwa sesungguhnya budaya Islam merupakan sebuah budaya yang ekslusif di antara budaya-budaya yang tersebar seantero bumi, ia memiliki ciri dan gelora tersendiri.

Demi membantu kita mengenali budaya Islam sebagai budaya yang sedemikian hebat, maka kita harus memperhatikan animo (hasrat) yang mewarnai kebudayaan tersebut, arah gerak, serta nilai-nilai yang menonjol padanya.

Jika dalam beberapa hal di atas itu budaya Islam berbeda dengan budaya-budaya selainnya, itu merupakan tanda orisinalitas budaya Islam.

Tetapi mengambil keuntungan dari budaya sekitarnya sama sekali tidak bertentangan dengan orisinalitas budaya Islam, bahkan mustahil suatu budaya  muncul tanpa menggunakan beberapa hal dari budaya-budaya sebelumnya. Lagi pula penggunaan itu sendiri memiliki dua cara yang berbeda: menelan sebuah budaya asing ke dalam lingkaran kebudayaan tersebut, atau menyerap hal-hal dari budaya lainnya, seperti sebuah sel hidup yang menyerap zat makanan dari benda-benda di sekitarnya.

Penyerapan budaya Yunani, India, Persia, dan sebagainya oleh budaya Islam merupakan contoh dari cara kedua.

Menurut penilaian para ahli sejarah budaya, budaya Islam merupakan salah satu dari budaya terbesar yang pernah muncul di muka bumi.

Tentunya budaya agung ini pertama kali dicetuskan oleh Nabi Muhammad Saw di kota Madinah. Layaknya setiap sel hidup yang mulai berkembang, budaya itu muncul secara diam-diam tanpa disadari oleh mereka yang berada di sekitarnya.

Perlu diingatkan bahwa Ilmu Islam secara keseluruhan dibagi menjadi dua: ilmu aqli (berkaitan dengan akal) dan Naqli (berkaitan dengan nash-nash atau dalil-dalil Alquran dan hadis). Dan salah satu Ilmu Aqli dalam Islam adalah Mantik (Logika). Sebab dalam Alquran sendiri ada beberapa ayat yang senantiasa mengajak berpikir, salah satunya dalam Surah-13 (Ar-Ra’d) ayat : 3.

وَ هُوَ الَّذي مَدَّ الْأَرْضَ وَ جَعَلَ فيها رَواسِيَ وَ أَنْهاراً وَ مِنْ كُلِّ الثَّمَراتِ جَعَلَ فيها زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهارَ إِنَّ في‏ ذلِكَ لَآياتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan Dia menjadikan di atas bumi semua buah-buahan berpasang-pasangan. Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed