by

Subhanallah, Inilah Kenapa Gelora Cinta Dan Kerinduan Kian Kuat

Setiap muslim merasa berkewajiban untuk menaati nash syar’i yang tersebut dalam Al-Quran maupun Sunnah. Ia juga merasa bertanggungjawab untuk selalu berusaha mempraktikkannya sebagai bentuk ketaatan kepada perintah Allah, taqarrub (mendekatkan diri) dan mengharap ridha-Nya karena, pada dasarnya Islam berarti kepasrahan dan penghambaan kepada Allah.

Setiap muslim juga meyakini bahwa setiap perintah Allah pastilah ditujukan untuk maslahat kehidupan manusia di dunia dan akhirat. Ketika nash-nash syar’i tentang suatu perkara semakin banyak dan mutawatir maka hal itu menunjukkan betapa masalah tersebut mengandung tingkat urgensi tinggi dan perhatian ilahi yang besar sehingga harus menjadi hasrat bagi setiap muslim untuk berpegang dengan segenap kesungguhan.

Berangkat dari hal ini, nash-nash syar’i tentang keutamaan Ahlul Bait as di sisi Allah dan Rasul-Nya serta hak-hak mereka atas umat yang merupakan kumpulan nash yang shahih, argumentatif, dan banyak jumlahnya, merupakan wahana kecintaan yang mendalam terhadap Ahlul Bait as bagi kaum yang beriman. Hal itu pula yang menguatkan hubungan umat dengan keluarga Nabi saw hingga selalu menciptakan gelora cinta dan kerinduan.

Memang tersebut juga nash-nash syar’i tentang keutamaan para sahabat dan kelebihan sebagian mereka serta pujian atas perjuangan mereka yang cemerlang. Namun, secara umum, semua nash itu tidak mampu menandingi nash-nash tentang Ahlul Bait as baik secara kuantitas nash, kualitas sanad, maupun kandungan redaksinya.

Nash-nash itu sangat banyak jumlahnya, dan sebagian besarnya telah disepakati oleh kaum muslim, Syiah maupun Sunnah, bahwa sanadnya shahih. Semua itu dengan jelas menunjukkan betapa keutamaan Ahlul Bait as tidak mungkin tertandingi, sekaligus menekankan keharusan untuk mengikuti dan berpegang teguh pada mereka.

Sebagai contoh yang jelas, telah dinukil oleh Al-Hakim an-Naisaburi dalam kitab Al-Mustadrak dari Imam Ahmad bin Hanbal yang berkata, “Belum pernah tersebut keutamaan sahabat Rasulullah sebanyak yang disebutkan tentang Ali bin Abi Thalib as.” (Al-Mustadrak ‘Ala ash-Shahihain, bab Manaqib Amir al-Mukminin Ali, hadis ke -4572)

Telah berkata Ismail al-Qadhi, An-Nasa’i dan Abu Ali Naisaburi, “Belum pernah tesebut hadis keutamaan sahabat dengan sanad yang hasan (baik) sebanyak yang disebutkan tentang Ali.” (Ahmad bin Muhammad bin Hajar al-Haitami, Shawa’iq Muhriqah, juz 2 halaman 373, cetakan ke-1 tahun 1997, Muassasat ar-Risalah, Beirut.)

Ibnu Asakir juga meriwayatkan dari Ibnu Abbas yang berkata, “Belum pernah ada ayat Al-Qur’an yang turun tentang seseorang seperti yang turun tentang Ali.” (Ahmad bin Muhammad bin Hajar al-Haitami, Shawa’iq Muhriqah, juz 2 halaman 373, cetakan ke-1 tahun 1997, Muassasat ar-Risalah, Beirut.)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed