by

Apa Benar Sih Nama Ahlul Bait Ada Dalam Qu’ran?

Selain banyak hadis yang menyinggung tentang siapa itu Ahlulbait, maka untuk lebih yakin bahwa ternyata asbab nuzul (sebab turun)-nya beberapa ayat dalam Alqur’an juga tentang Ahlulbait. Berikut ayat-ayat yang dimaksud :

Pertama ada yang dinamakan ayat Mubahalah, seperti firman Allah dalam surah Ali Imran ayat 61, yang kalau diterjemahakan bunyinya berikut ini ,”Maka barangsiapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya), “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, perempuan-perempuan kami dan perempuan-perempuan kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian Marilah bermubahalah kepada Allah dan kita mohon kepada Allah supaya laknat-Nya ditimpakan kepada para pendusta.”

Ayat ini turun berkenaan dengan kedatangan rombongan Nasrani dari suku Najran untuk berdebat dengan Rasulullah. Maka Allah memerintahkan agar Nabi menyeru mereka untuk melakukan mubahalah (sumpah) jika mereka tidak bersedia mengikuti kebenaran. Akhirnya, mubahalah disepekati dan pada saat yang ditentukan Rasulullah hanya mengajak serta Ali, Fatimah, Hasan dan Husain yang kemudian diabadikan dalam ayat di atas sebagai anak-anak kami (Hasan dan Husain), perempuan-perempuan kami (Fatimah) dan diri kami (Ali).

Semua itu telah disebutkan oleh jumhur ahli tafsir, sejarawan Islam, dan ahli hadis sebagaimana yang diriwayatkan dalam Shahih Muslim dari Sa’ad bin Abi Waqash, “Ketika turun ayat ‘Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu’, Rasulullah mengajak Ali, Fatimah, Hasan dan Husain seraya berkata, “Ya Allah, merekalah keluargaku!” (Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi an-Naisaburi, Shahih Muslim, kitab Fadha’il ash-Shahabah, hadis ke-32 cetakan ke-1, tahun 1998, Dar al-Mughni, Riyadh)

*****

Lalu ayat yang kedua ada yang dinamakan  Ayat Tathhir, seperti firman Allah dalam surah al-Ahzab ayat 33, terjemahannya begini : “Sesungguhnya Allah berkehendak untuk menghilangkan dosa dari kalian, wahai Ahlul Bait, dan membersihkan kalian sesuci-sucinya

Menurut Syeikh Ibnu Taimiyah bahwa, telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Tirmidzi dan perawi lainnya sebuah hadis dari Ummu Salamah yang berkata, “Ketika ayat ini diturunkan, Rasulullah menutupi Ali, Fatimah, Hasan dan Husain dengan kisa (kain) seraya berkata, “Ya Allah, merekalah Ahlul Baitku, maka hilangkanlah segala kekotoran dan sucikan mereka sesuci-sucinya

Sunnah Nabi menafsirkan kitab Allah dan merupakan keterangan serta petunjuk dari-Nya. Karena itu, ketika Rasul mengatakan ‘merekalah Ahlul Baitku’, meskipun alur ayat berbicara mengenai istri-istri Nabi yang termasuk Ahlul Bait, namun mereka (Ali, Fatimah, Hasan dan Husain) lebih berhak untuk disebut Ahlul Bait Nabi karena hubungan nasab selalu lebih kuat daripada hubungan sabab (perkawinan dll)… Ketika kemudian Allah berkehendak membersihkan kekotoran dari Ahlul Bait dan menyucikan sesuci-sucinya, Nabi menyeru Ahlul Bait yang terdekat yaitu Ali, Fatimah dan dua pemuka pemuda surga, sehingga mereka mendapatkan penyucian Allah dan kesempurnaan doa Nabi bagi mereka. Semua itu menunjukkan kepada kita bahwa pembersihan dari kotoran dan penyucian dari dosa merupakan nikmat dari Allah yang tercurah serta nikmat dan kasih-Nya yang tidak mungkin dicapai dengan daya dan upaya mereka semata. (Taqiyuddin Ahmad Ibnu Taimiyah, Huquq Al al-Bait, halaman 25-27, tahqiq: Abdul Qadir ‘Atha, Dar Al Kutub al-‘Ilmiyah, Beirut).

*****

Dan ayat terakhir yang kita bahas adalah ayat Mawaddah,  ayatnya ada dalam surah asy-Syura ayat 23, terjemahannya berikut ini : “Katakanlah, “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upah pun atas seruanku kecuali kasih sayang kepada keluargaku.””

Menurut Ibnu Hajar al-Haitami, “Telah diriwayatkan oleh Ahmad, Thabrani, Ibnu Abi Hatim dan Al-Hakim dari Ibnu Abbas yang berkata : Saat ayat ini diturunkan, para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah kerabatmu yang kecintaan kepada mereka adalah kewajiban kami?” “Ali, Fatimah dan kedua putranya.” Jawab Rasulullah saw. (Ash-Shawa’iq al-Muhriqah, juz 2, halaman 487)

Nah, semoga bisa dipahami, kenapa begitu penting kecintaan kepada Ahlul Bait Nabi, dan siapa saja mereka kan? Maka kalau ini sudah dipahami, menurut admin, perdebatan sudah selesai, dan semuanya kembali kepada hak masing-masing, karena semuanya sudah jelas siapa Ahlul Bait.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed