by

Fathimah Jelmaan Kasih Sayang

Perempuan-perempuan yang hebat di zamannya bisa dikatakan selalu terilhami perempuan-perempuan suci yang pernah menyebarkan pesonannya di sepanjang sejarah. Perempuan suci dihadirkan oleh Tuhan untuk meyakinkan diri tentang kekuatan dari kasih sayang.

Dan perempuan suci dalam Islam adalah Sayidah Fatimah. Menegaskan hal ini, dalam bukunya Fathimah wa al-Fathimiyyun, Aqqad berkata, “Dalam setiap agama ada model perempuannya yang sempurna dan suci yang sangat disanjung oleh pengkut-pengikutnya yang mukmin. Mereka adalah simbol-simbol kebesaran Allah. Dalam agama Islam, perempuan seumpama itu terjelma dalam diri Fathimah Zahra”

Perempuan dalam kelembutan menyimpan kekuatan yang tak terbatas. Di balik kelemahlembutannya ternyata perempuan menyimpan kekuatan ketika kehidupan sangat bergantung pada kekuatannya. Kehidupan di dunia memerlukan kekuatan yang bertahan dan kekuatan untuk mencintai dan dicintai. Kekuatan laksana air yang mengalir melewati batu-batu yang terjal dan keras, melewati berbagi kesulitan dengan daya tahan yang terus berlipat ganda, dan memberikan sentuhan lembutnya.

Sang perempuan tidak menujukkan kekuatannya lewat kekuatan otot seperti halnya kaum lelaki. Ia tidak seperti laki-laki yang sering memperlihatkan dan menonjolkan tenaganya untuk mengalahkan lawan fisiknya. Sebaliknya perempuan menyimpan energinya dan menyalurkannya karena kasih sayang dan disaat-saat yang tepat. Karena itu, mengapa yang bisa melahirkan hanyalah kaum ibu, dan mengapa yang bisa mendidik dengan cara yang baik adalah kaum ibu. Dan mengapa laki-laki suci di zamannya selalu didampingi oleh perempuan-perempuan suci di belakang mereka.

Bersama nabi Ibrahim as yang digelari sebagai Abul Muwahiddin (Bapak monoteisme) berdiri Siti Hajar satu shaf di belakangnya, satu-satunya perempuan yang memperoleh kehormatan dari Allah untuk dikuburkan di dalam rumah-Nya. Bersama Nabi Musa Kalimullah as berdiri seorang perempuan Kekasih Allah, Asiyah binti Muzahim, yang dengan ketegaran imannya di sekitar Fir’aun bermunjat ke hadirat Ilahi : Rabbi, bangunkan untukku sebuah rumah di surga-Mu, dan selamatkan aku dari  Fir’aun dan aksi-aksinya (QS At-Tahrim, 66 : 11). Di samping Isa Ruhullah as, bundanya, Maryam binti Imran, yang mampu berkomunikasi dengan alam gaib dan para malaikat dan bersama Rasulullah SAW ada Siti Khadijah dan Sayidah Fatimah. Bersama Imam Khomeini ada Khadijah Tsaqafi.

Kekuatan ini hanya terdapat pada seorang manusia yang mengidentifikasikan dirinya dengan tujuan penciptaan Ilahiah dan hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Dalam kehidupan spiritualis tidak mungkin tercapai kebaikan kecuali jika mampu mengendalikan dorongan alamiah dan menjalankan syariat Islam. Manusia-manusia seperti itulah yang memiliki maqam yang lebih agung dari Arasy. Dalam hadis dikatakan, “Orang mukmin itu lebih agung poisisinya di sisi Allah dari Arasy.

Seorang perempuan adalah empu bagi peradaban dunia. Walaupun posisinya tidak selalu menempati posisi yang nyaman dan terhormat, namun karena kekuatan kasih sayangnya dan cintanya kepada sesama dan dunia, ia rela memberikan yang terbaik darinya. Karena itu, dalam sebuah riwayat disebutkan, “Doa ibu itu lebih cepat makbul.” Orang bertanya, “Kenapa, yang Rasulullah?” “Ibu lebih penyayang dari bapak, sedangkan doa dari orang yang penyayang tidak akan sia-sia,” jawab Beliau.

Mereka yang memiliki kasih sayang adalah mereka yang mau mengorbankan dirinya, waktunya, tenaganya dan segalanya. Seringkali orang terlalu lelah untuk melihat kedahsyatan dari kelembutan, dan sering kali dorongan untuk mencari kekuatan berusaha untuk merobek-robeknya.

Dari Fathimah ini di sepanjang sejarah kita menyaksikan munculnya fatimah-fatimah lain yang menjadi para pejuang hebat di zamannya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed