by

Tak Memuji Ali

Semua ucapan Nabi tentang keistimewaan Ali bukanlah pujian karena dia tak memerlukannya, tapi arahan untuk mengikutinya. Kecintaan vertikal hanyalah bermakna kepatuhan.

Kepatuhan kepada yang telah wafat hanya bisa terjadi bila mengikuti jalannya dan melaksanakan ajarannya.

Melaksanakan ajarannya hanya terjadi bila meninggalkan ajaran yang tak sesuai dengan ajarannya.

Baca juga: Sebaik-baik Istri dalam Ucapan Imam Ali

Meninggakan ajaran yang tak sesuai dengan ajarannya hanya terjadi bila menggunakan akal dengan logika.

Musuh sejati para pencinta Ali bukan sesama Muslim yang mencemooh pencinta Ali karena menjadi korban pembodohan tapi para perampas Palestina dan bangsa-bangsa lainnya.

Mencintainya tak hanya mencintainya sebagai figur tapi sebagai sistem nilai yang direpresentasinya. Ali adalah Aliisme.

Mengungkap cinta dan patuh kepadanya tak berarti mencemooh figur selainnya yang diagungkan seagama.

Baca juga: Fanatik Buta pada Imam Ali ?, Ini Jawaban untuk Ust. Abdul Somad

Memujinya karena mengenangnya. Mengenangnya karena mengikutinya. Mengikutinya karena mencintainya.
Mencintainya karena mengenalnya. Mengenalnya karena memercayai Muhammad.

Mengaku mengikuti Ali a.s tidaklah salah dan tak niscaya berarti klaim kesombongan tapi berarti ikrar untuk berusaha mengikuti dan terus menyempurna dengan mengakui hak kepemimpinannya dan kewajiban diri mematuhinya.

Garang di medan laga, merunduk di keramaian, pendiam di depan Nabi, romantis bersama istri, bergelora di atas mimbar, cengeng dalam mihrab.

Baca juga: Jawaban Cerdas Imam Ali, Darimana Kita Mengenal Tuhan ?

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed