by

Apakah Wilayah Takwini dan Tasyri’i itu?

Sebagaimana telah kita ketahui, wilayah terbagi menjadi dua bagian: wilayah Tasyri’i dan wilayah Takwini.

Maksud dari wilayah Tasyri’i (tata-aturan) adalah pemerintahan dan pengurusan konstitusional dan Ilahi. Wilayah ini terkadang dapat dijumpai dalam ukuran terbatas, seperti wilayah bapak dan kakek atas anak kecil. Dan terkadang dalam ukuran yang luas, seperti wilayah seorang penguasa umat Islam atas sejumlah masalah-masalah yang bertalian dengan pemerintahan dan penyelenggaraan negara Islam.

Adapun maksud dari wilayah takwini (tata-cipta) adalah pengaturan cipta seseorang terhadap alam semesta dan penciptaan berdasarkan perintah dan izin Tuhan. Wilayah ini dapat berseberangan dengan kebiasaan dan proses natural semesta dan prosedur sebab-akibat. Misalnya, dengan izin dan kekuasaan Tuhan, ia dapat menyembuhkan penyakit yang tidak dapat disembuhkan, atau menghidupkan orang-orang mati, dan pekerjaan-pekerjaan lain semacam ini. Dan setiap bentuk pengaturan spiritual (tasharruf ma’nawi) adalah bersifat supranatural yang terdapat dalam jiwa-jiwa dan raga-raga setiap manusia, demikian juga pada dunia natural.

Baca juga: Wilayah, Rahasia Agung Haji

Wilayah Takwini terbagi menjadi empat bagian Sebagiannya dapat diterima, dan sebagian lainnya tidak.

a. Wilayah Takwini dalam Utusan Penciptaan Alam Semesta

Artinya, Tuhan memberikan kemampuan kepada para hamba atau malaikatnya sehingga ia dapat menciptakan hal tertentu, atau membatalkan halaman keberadaan, dengan keyakinan bahwa perkara ini bukanlah sebuah perkara yang mustahil dapat terwujud. Karena, Allah swt berkuasa atas segala sesuatu. Dan Ia mampu memberikan kekuasaan kepada siapa yang dikehendaki-Nya.

Akan tetapi, segenap ayat Al-Qur’an menunjukkan bahwa penciptaan alam semesta; langit dan bumi-bumi, jin, manusia, malaikat, flora dan fauna, gunung-gunung, dan lautan, seluruhnya terlaksana dengan kekuasaan Allah Swt., bukan melalui perantara hamba atau malaikat tertentu. Oleh karena itu, seluruh penciptaan dinisbahkan kepada Allah Swt. Dan tidak satu pun urusan lepas dari hubungannya dengan Allah. Dengan demikian, pencipta tujuh langit, tujuh bumi, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia adalah Tuhan Yang Mahakuasa semata.

b. Wilayah Takwini sebagai Perantara Anugerah

Artinya, seriap bentuk pertolongan, rahmat, berkah, dan kekuasaan bersumber dari Tuhan. Semua itu sampai kepada hamba-Nya atau wujud-wujud lain yang berada di jagad raya ini melalui jalan para wali Allah dan hamba-hamba-Nya yang terpilih. Seperti air minum di rumah-rumah perkotaan, seluruhnya melalui jalan pipa utama. Pipa ini mengalirkan air dari sumber mata air dan mengantarkannya ke seluruh tempat. Pipa ini disebut sebagaj perantara menebarkan anugerah.

Baca juga: Nilai Meyakini Maqâm Wilâyah (kepemimpinan) Ahlul Bait

Menurut akal, makna ini bukanlah sesuatu yang mustahil terjadi. Contohnya dapat ditemukan dalam alarm mikro kosmos pada tubuh manusia dan pembagian materi (maddah) kehidupan kepada sel-sel melalui jantung dan urat nadi. Apa kendalanya jika pada makro kosmoos juga demikian nyatanya?

Akan tetapi tanpa syak, pembuktian hal ini memerlukan dalil yang cukup. Dan sekiranya dapat dibuktikan, tetap hal itu terjadi dengan izin Allah swt.

c. Wilayah Takwini Terbatas

Umpamanya, menghidupkan orang mati dan menyembuhkan orang-orang sakit yang tidak dapat disembuhkan lagi dan semisalnya.

Contoh-contoh dari jenis Wilayah Takwini ini terdapat secara gamblang dalam Al-Qur’an ihwal sebagian para nabi. Demikian juga pada riwayat-riwayat yang menjadi bukti atas jenis wilayah ini. Oleh karena itu, tidak hanya dari sudut pandang rasional, bentuk Wilayah Takwini ini dapat terwujud, akan tetapi juga terdapat banyak dalil-dalil tekstual yang mendukung masalah ini.

d. Wilayah Takwini sebagai Doa untuk Terwujudnya Urusan-urusan Yang diharapkan

Aktualisasi Wilayah ini melalui perantara kekuasaan (qudrab) Tuhan. Dengan demikian, Nabi saw. dan para imam maksum a.s. berdoa, dan sesuai dengan kehendak Tuhan, doa tersebut terkabulkan.

Janis Wilayah Takwini ini juga dapat terlaksana menurut akal dan teks agama. Banyak ayat dan riwayat yang menjadi contoh wilayah ini. Mungkin dari satu sisi, kita tidak dapat menamakan hal ini sebagai Wilayah Takwini, lantaran terkabulkannya (istijabah) doanya berasal dari sisi Tuhan.

Baca juga: DR. Muhammad Fana’ie Eshkavari : Tauhid dan Wilayah

Banyak riwayat yang mengisyaratkan asma Allah yang agung (al-ism al-a’zham) yang berada dalam penguasaan Nabi dan para imam a. s. atau sebagian dari wali-wali Allah. Dengan perantaraan asma ini, mereka dapat mengatur tata cipta jagad raya ini.

Terlepas dari hakikat asrna yang agung ini, riwayat-riwayat semacam ini dapat menjadi saksi atas adanya bagian ketiga dari wilayah takwini ini, dan sesuai secara penuh dengan wilayah tersebut.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed