Home / Anda Bertanya, Syiah Menjawab / Menjawab Tuduhan Ngawur “Tuhannya Syiah Berupa Pemuda”

Menjawab Tuduhan Ngawur “Tuhannya Syiah Berupa Pemuda”

Tuhan Yang Diyakini Syi‘ah Berupa Pemuda?

Saya pernah lihat postingan dari anti Syi‘ah menyebar di grup-grup WA. Diantara isi postingannya begini:

TUHANNYA SYI’AH BERUPA PEMUDA

Keyakinan ini didasari oleh riwayat-riwayat dusta karangan rahib-rahib mereka yang tercantum dalam kitab-kitab Syi’ah. Mereka mensifati Tuhan mereka dengan sifat-sifat makhluk.

al-Majlisy mengatakan dalam kitabnya

رُوِيَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ رَأَى رَبَّهُ فِي سُورَةِ شَابٍّ
“Diriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ telah melihat Rabbnya dalam bentuk seorang pemuda .”[2] Lalu di footnote no. 2 postingan itu kutipannya diambil dari kitab Bihar al-Anwar.
__________
Kritik Sanad

Betul riwayat itu ada dalam Bihar al-Anwar, juz 4 halaman 39, no. 18. Bihar al-Anwar itu kitab sekunder, bukan primer (artinya menukil dari kitab primer). Setelah minum teh tarik:grin: dan melacak, kami menemukan referensi primer riwayat itu.

Ternyata tercatat dalam kitab al-Tauhid karya Syaikh Shaduq rahimahullah, halaman 113, riwayat no. 13 dengan sanad lengkap berikut:

حدثنا علي بن أحمد بن محمد بن عمران الدقاق رضي الله عنه، قال حدثنا محمد بن أبي عبد الله الكوفي، عن محمد بن إسماعيل البرمكي، عن الحسين ابن الحسن، عن بكر بن صالح، عن الحسين بن سعيد عن إبراهيم بن محمد الخزاز، ومحمد بن الحسين

Perhatikan sanadnya, ada perawi bernama Bakr bin Shalih (بكر بن صالح). Bagaimana status dia? (Ini maksudnya bukan status nikah atau lajang, janda atau duda, dan sejenisnya, tapi maksudnya status perawi dalam ilmu rijal al-hadits:laughing:)

Dalam kitab Rijal an-Najasyi, halaman 107, no. 276 Bakr bin Shalih dinilai:

ضعيف
“Dha‘if”

Syaikh Muhammad bin Isma‘il al-Mazandarani dalam kitab Muntaha al-Maqal fi Ahwal al-Rijal, juz 2 halaman 162, menyebutkan tentang Bakr bin Shalih begini:

ضعيف جدا، كثير تفرد بالغرائب
“Sangat dha‘if, banyak tafarrud (menyendiri) dengan riwayat-riwayat gharib”

Jadi riwayat yang dikutip anti Syi‘ah itu statusnya dha‘if menurut ilmu hadits Syi‘ah. Riwayat dha‘if soal aqidah jelas tidak menjadi hujjah.

Wahai segenap makhluk yang (masih) anti Syi‘ah, kalau anda mengutip riwayat dari kitab Syi‘ah jangan hanya mengutip lalu menyatakan beginilah yang diyakini Syi‘ah, padahal kalian tidak meneliti dulu validitasnya menurut kaidah yang berlaku dalam mazhab Syi‘ah sendiri.

Kalau sekedar mengutip, insya Allah saya mah juga bisa mengutip riwayat dha‘if dari kitab Sunni lalu menyatakan begitulah yang diyakini Sunni. Namun sikap seperti itu jelas termasuk ZHALIM dan tidak objektif dalam menilai mazhab lain. Jadi fitnah sampeyan tidak mempan.

Selalu perbanyak bersholawat dan istighfar! Doa terbaik untuk semua yang dizhalimi, khususnya saudara-saudara kita di Palestina dan Suriah! Aamiin.
__________
Referensi:
– Allamah al-Majlisi, Bihar al-Anwar, juz 4 halaman 39, riwayat no. 18.
– Syaikh Shaduq, al-Tauhid, halaman 113, riwayat no. 13.
– Rijal an-Najasyi, halaman 107, rijal no. 276
– Syaikh Muhammad bin Isma‘il al-Mazandarani, Muntaha al-Maqal fi Ahwal al-Rijal, juz 2 halaman 162, rijal no. 474.

 

Sumber : Ditulis oleh Muhammad Baghas di FB (30/07/17).

About Admin SM

Check Also

Pendapat Ulama Syiah Tentang Kitab “Fashl al-Khitab”

Bismillahirrahmaanirrahiim Allahumma sholli ala Muhammad wa aali Muhammad Kitab Fashlul-Khitab karya Muhadits Nuri selama ini …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *