Home / Kajian / Revolusi Tangisan

Revolusi Tangisan

Revolusi Al-Husein as yang kelak puncaknya ditangan Imam Mahdi as membutuhkan sebuah proses panjang yang harus dilewati demi mencapai kedewasaan pemikiran dan kesadaran umat manusia. Setapak demi setapak harus ditempuh demi mencapai puncak kesempurnaan penciptaan.
Tangga demi tangga harus dilalui karena tidak ada yang instan dalam menggapai kesempurnaan. Untuk itu tangga pertama kebangkitan Revolusi Al-Husein as adalah dengan tetap mengabadikan tragedi Karbala dengan tangisan.

Tangisan yang dilakukan Imam Zainal Abidin selama lebih dari 30 tahun adalah tangga pertama Revolusi Al-Husein as agar masyarakat sadar betapa pentingnya gerakan Al-Husein as. Pesan politik dalam tangisan Imam Sajjad selama bertahun-tahun adalah ingin menekankan kepada setiap generasi yang mempelajari kehidupan beliau as bahwa Revolusi Al-Husein as dimulai dengan tangisan, hingga bisa memenuhi alam semesta ini dengan keadilan.

Imam Sajjad as mengetahui bahwa melakukan sebuah revolusi keadilan tidak semudah membalikan tangan, melainkan membutuhkan proses panjang. Untuk itu tangisan beliau yang melebihi tangisan Yaqub sang Nabi adalah peletakan batu pertama Revolusi Huseini, yang mana tangisan itu setelah ribuan tahun, membuahkan hasil dengan berdirinya Republik Islam Iran.

Itulah mengapa banyak hadis-hadis dari para Imam Maksum as tentang pahala besar tangisan untuk Al-Husein as. Tidak tanggung-tanggung, siapapun yang menangis untuk Al-Husein as, akan diganjar dengan surga dan tidak akan menangis kelak di hari kiamat ketika semua mata menangis.

Apa Falsafahnya? Karena dengan menangis, hati yang sebelumnya keras akan menjadi lembut. Dan ketika hati menjadi lembut, maka akan mudah menerima nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Itulah falsafah tangisan untuk Imam Husein as. Yaitu agar hati yang keras menjadi lembut sehingga dengan mudah mencerna pesan-pesan yang diteriakan Imam Husein as di Karbala.

Ya, disinilah hikmah mengapa Imam Sajjad as menangisi Al-Husein as selama 30 tahun lebih adalah sebagai pondasi pertama Revolusi Al-Husein as. Begitupula maktam, lathmiyah dan maktal adalah media lain dalam meneruskan risalah Imam Sajjad as.

Untuk itu Imam Sajjad berkata,
المنتظرون لظهوره افضل اهل کل زمان
“Para penanti kemunculan Imam Mahdi as adalah Seutama-utamanya manusia disetiap zamannya.”
(Biharul Anwar, Juz. 52, Hal.122 Cetakan: Beirut)

Karena para penanti hakiki adalah mereka yang telah sampai diujung tangga dan berdiri disebuah pintu sambil berdoa kepada Allah swt untuk menyegerakan Al-Mahdi as, membuka pintu tersebut.

Imam Sajjad as adalah peletak proses pertama Revolusi dengan ratapan dan tangisan agar umat sadar pelajaran-pelajaran madrasah Karbala sehingga mereka dapat bergabung dengan kafilah Karbala dalam naungan Al-Mahdi as sang pembawa keadilan ilahi.

Imam Shadiq as berkata, Pasca tragedi Karbala, Setelah jasad penghulu pemuda Syurga tergeletak tanpa kepala, bermandikan darah dan tanpa busana, Malaikat menangis dan meratap serta berbondong-bondong pergi ke Arasy Allah swt untuk mengadu seraya berkata, ‘ Wahai Tuhanku! Apa yang mereka telah lakukan terhadap Pemimpin pemuda Syurga, putra dari Al-Musthafa, Kebanggaan Al-Zahra, kecintaan Al-Murtadha dan kesayangan Al-Mujtaba?! ‘

Kemudian Allah swt menampakan kepada mereka cahaya agung Al-Mahdi as yang menyinari seluruh Arsy seraya berkata, “ Aku akan menuntut balas mereka melalui Al-Mahdi as.”
(Ushul Kafi, Juz. 1 hal.465)

oleh : Abu Syirin Al Hasan

About Admin SM

Check Also

Al-Quran dan Sunnah adalah Ujaran-Ujaran Kesempurnaan

Al-Quran dan Sunnah adalah ujaran-ujaran kesempurnaan. Memerintahkan manusia untuk melakukan kesempurnaan dan kebaikan serta menjauhi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *